Iklim selalu berhembus dan mempengaruhi konservasi alam. Dipermukaan bumi terdapat banyak mahkluk hidup, salah satunya adalah manusia. Manusia pada umumnya diciptakan untuk mengolah dan menjaga isi bumi dan mewariskan kepada anak cucunya, sebagai generasi penerus sesudahnya.
Namun apakah kita tahu bahwa terkadang manusia selalu berbuat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan salah satunya manusia tidak mampu mengendalikan alam dan menjaganya dengan sebaik-baiknya, sehingga terjadilah hal yang tidak dapat dipertanggung jawabkan diantaranya perubahan iklim atau yang lebih dikenal dengan pemanasan global atau global warning/perubahan iklim yang timbul akibat sebagai berikut :
a. Greenhouse Effect (efek rumah kaca)
Isu mengenai greenhouse effect atau yang lebih dikenal dengan efek rumah kaca, disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer bumi. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan penyaringan udara lewat tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Hal tersebut sangat bepengaruh pada lapisan atmosfer bumi dan perubahan iklim.
b. Pembakaran hutan dan illegal loging
Akhir-akhir ini pembakaran hutan marak terjadi, pasalnya banyak petani yang membuka lahan baru dengan cara membakar tanaman atau rumput liar. Tak lepas dari pembukaan lahan baru, penebangan hutan secara liar pun terjadi sehingga mengganggu aktivitas manusia seperti banjir di Wasior. Jika hal ini terus berlangsung secara terus menerus maka udara yang kita hirup akan menjadi tak sehat lagi sebab sudah tidak ada lagi alat yang akan menyaring udara.
c. Asap kendaraan
Daerah kota merupakan daerah yang memiliki banyak kendaraan yang berlalulalang. Kendaraan dibagian kota cenderung menghasilkan emisi CO2 yang cukup banyak sehingga asap kendaraan dominan membantu peningkatan greenhouse effect atau efek rumah kaca dan juga pemanasan global dalam hal perubahan iklim.
d. Asap pabrik/limbah udara dari pabrik
Negara maju memiliki banyak pabrik yang setiap harinya menghasilkan CO2 yang sangat besar jumlahnya, sehingga Negara maju dikatakan penyumbang emisi CO2 terbesar didunia. Penggunaan bahan baku mentah masih mengandalkan zat-zat kimia dan fisika, sehingga gas yang dihasilkan tidak mampu ditampung didalam pabrik, kemudian gas yang tidak dapat ditampung tersebut dikeluarkan melalui cerobong asap, sehingga timbul polusi udara.
e. Pembuatan produk yang mengandung CFC (klorofluorakarbon)
Kecanggihan kehidupan manusia dalam membuat beraneka ragam kebutuhan tak lepas dari pemborosan sumber daya alam. Manusia mampu memproduksi produk yang berguna dalam bentuk positifnya, namun hal tersebut bukanlah hal yang menguntungkan, karena dalam memproduksi kebutuhan manusia masih tak lepas dari pemanfaatan bahan-bahan kimia seperti CFC (klorofluorakarbon).
Disekeliling kita terdapat banyak produk yang mengandung CFC diantaranya adalah AC, lemari pendingin, springbad, pengeras rambut dan masih banyak lagi.
Perubahan iklim terhadap konservasi alam membuat cuaca sukar untuk ditentukan. Suhu pada siang hari terasa sangat mencengkram panasnya. Angin yang berhembus pun semakin tak terkendalikan, malam tak mampu meredakan panas dan hujan menangis deras. Angin yang berlari di atas permukaan bumi menjadi tak kondusif.
Pada dasarnya konservasi alam dimuka bumi selalu dilindungi oleh OZON. Ozon sebenarnya bertugas sebagai penyaring sinar radiasi ultra violet yang berasal dari sinar matahari, Ozon dibantu oleh hutan dan pohon-pohon yang ada disekitar permukaan dibumi. Kemudian, setelah sinar ultra violet disaring melalui Ozon, sinar ultra violet berubah menjadi udara dan sinar matahari dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari mahkluk hidup.
Pengaruh perubahan iklim pada dasarnya bukan saja disebabkan oleh gas CFC (chloroflourcarbon) dan sinar radiasi ultra violet, melainkan halon, metilbromida, asap rokok dan lain-lain.
Jika gas-gas dan senyawa tersebut selalu digunakan secara berlebihan, maka dampaknya adalah senyawa itu menyebabkan lapisan ozon tak mampu melindungi bumi dari radiasi ultra violet yang berasal dari matahari, apabila setiap 10 persen penipisan lapisan ozon akan menyebabkan kenaikan radiasi UV sebesar 20 persen.
Dampaknya akan terjadi kerusakan mata (katarak), meluasnya penyakit infeksi, dan peningkatan kasus kanker kulit, bila terjadi penipisan ozon. Jika hal tersebut dibiarkan, radiasi UV tersebut juga akan menyebabkan vaksinasi terhadap sejumlah penyakit kurang efektif, dan akan memicu reaksi foto kimia yang menghasilkan asap yang beracun dan hujan asap (telah banyak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia).
Radiasi UV juga menurunkan kemampuan sejumlah organisme dalam penyerapan CO2. Seperti yang telah diketahui, CO2 sebagai salah satu gas rumah kaca, sehingga menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat dan terjadilah pemanasan global atau perubahan iklim terhadap konservasi bumi. Selain hal tersebut, penurunan produktivitas tanaman, ekosistem darat maupun laut, akan menurut, setelah itu udara akan terkena polusi.
Pengaruh perubahan iklim terhadap konservasi alam dapat kita ubah. Hal-hal kecil dapat mengubah segalanya, diantaranya adalah tegakkan niat bahwa kita dapat menyelamatkan ozon mulai dari diri kita sendiri, kemudian lakukan hal yang kecil namun dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dicontoi seperti menyimpan sampah pada tempatnya, atau tidak membuang sampah disembarang tempat.
Setelah kita terbiasa dengan hal-hal kecil, lakukanlah hal yang sederhana seperti bergabunglah dengan komunitas kreatif sampah di sekolah atau dilingkungan masyarakat. Ciptakan ide dan gagasan baru walau sebenarnya sampah tidak untuk dibuang begitu saja melainkan sampah dapat di daur ulang dan bisa dijadikan barang atau hasta karya yang bernilai mutu ekonomi.
Tak lepas dari tindakan sederhana, ajak terlebih dahulu orang tua, saudara atau kerabat keluarga, sahabat, guru dan orang-orang yang anda kenal untuk melakukan sebuah tindakan kecil yang dapat menyadarkan mereka betapa pentingnya konservasi alam sebagai kebutuhan hidup yang utama.
Bila anda mampu berdiri sendiri, buatlah suatau komunitas hijau bumiku. Ulangi tindakan sederhana secara terbalik, yang awalnya anda mencari pengalaman maka bagilah pengalaman itu kepada anggota kelompok anda. Kumpulkan beberapa komunitas sahabat sampah atau kelompok hijau bumiku, buatlah tindakan besar seperti REBOISASI. Suksesnya Reboisasi akhiri dengan tindakan mengampanyekan lingkungan dari ruang lingkup sekolah, instansi dan lingkungan khalayak kecil hingga kegiatan akbar yang berguna bagi konservasi alam di muka bumi.
Akhirnya yakinlah pada diri kita sendiri bahwa kita mampu membuat yang terbaik untuk bumi tempat kita berpijak.
MARI SELAMATKAN BUMI KITA DARI DIRI SENDIRI !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar