Senin, 17 Januari 2011

Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Konservasi Alam


Iklim selalu berhembus dan mempengaruhi konservasi alam. Dipermukaan bumi terdapat banyak mahkluk hidup, salah satunya adalah manusia. Manusia pada umumnya diciptakan untuk mengolah dan menjaga isi bumi dan mewariskan kepada anak cucunya, sebagai generasi penerus sesudahnya.
Namun apakah kita tahu bahwa terkadang manusia selalu berbuat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan salah satunya manusia tidak mampu mengendalikan alam dan menjaganya dengan sebaik-baiknya, sehingga terjadilah hal yang tidak dapat dipertanggung jawabkan diantaranya perubahan iklim atau yang lebih dikenal dengan pemanasan global atau global warning/perubahan iklim yang timbul akibat sebagai berikut :
a.    Greenhouse Effect (efek rumah kaca)
Isu mengenai greenhouse effect atau yang lebih dikenal dengan efek rumah kaca, disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer bumi. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan penyaringan udara lewat tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Hal tersebut sangat bepengaruh pada lapisan atmosfer bumi dan perubahan iklim.
b.   Pembakaran hutan dan illegal loging
Akhir-akhir ini pembakaran hutan marak terjadi, pasalnya banyak petani yang membuka lahan baru dengan cara membakar tanaman atau rumput liar. Tak lepas dari pembukaan lahan baru, penebangan hutan secara liar pun terjadi sehingga mengganggu aktivitas manusia seperti banjir di Wasior. Jika hal ini terus berlangsung secara terus menerus maka udara yang kita hirup akan menjadi tak sehat lagi sebab sudah tidak ada lagi alat yang akan menyaring udara.
c.    Asap kendaraan
Daerah kota merupakan daerah yang memiliki banyak kendaraan yang berlalulalang. Kendaraan dibagian kota cenderung menghasilkan emisi CO2 yang cukup banyak sehingga asap kendaraan dominan membantu peningkatan greenhouse effect atau efek rumah kaca dan juga pemanasan global dalam hal perubahan iklim.
d.   Asap pabrik/limbah udara dari pabrik
Negara maju memiliki banyak pabrik yang setiap harinya menghasilkan CO2 yang sangat besar jumlahnya, sehingga Negara maju dikatakan penyumbang emisi CO2 terbesar didunia. Penggunaan bahan baku mentah masih mengandalkan zat-zat kimia dan fisika, sehingga gas yang dihasilkan tidak mampu ditampung didalam pabrik, kemudian gas yang tidak dapat ditampung tersebut dikeluarkan melalui cerobong asap, sehingga timbul polusi udara.
e.    Pembuatan produk yang mengandung CFC (klorofluorakarbon)
Kecanggihan kehidupan manusia dalam membuat beraneka ragam kebutuhan tak lepas dari pemborosan sumber daya alam. Manusia mampu memproduksi produk yang berguna dalam bentuk positifnya, namun hal tersebut bukanlah hal yang menguntungkan, karena dalam memproduksi kebutuhan manusia masih tak lepas dari pemanfaatan bahan-bahan kimia seperti CFC (klorofluorakarbon).
Disekeliling kita terdapat banyak produk yang mengandung CFC diantaranya adalah AC, lemari pendingin, springbad, pengeras rambut dan masih banyak lagi.
Perubahan iklim terhadap konservasi alam membuat cuaca sukar untuk ditentukan. Suhu pada siang hari terasa sangat mencengkram panasnya. Angin yang berhembus pun semakin tak terkendalikan, malam tak mampu meredakan panas dan hujan menangis deras. Angin yang berlari di atas permukaan bumi menjadi tak kondusif.
Pada dasarnya konservasi alam dimuka bumi selalu dilindungi oleh OZON. Ozon sebenarnya bertugas sebagai penyaring sinar radiasi ultra violet yang berasal dari sinar matahari, Ozon dibantu oleh hutan dan pohon-pohon yang ada disekitar permukaan dibumi. Kemudian, setelah sinar ultra violet disaring melalui Ozon, sinar ultra violet berubah menjadi udara dan sinar matahari  dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari mahkluk hidup.
Pengaruh perubahan iklim pada dasarnya bukan saja disebabkan oleh gas CFC (chloroflourcarbon) dan sinar radiasi ultra violet, melainkan halon, metilbromida, asap rokok dan lain-lain.
Jika gas-gas dan senyawa tersebut selalu digunakan secara berlebihan, maka dampaknya adalah senyawa itu menyebabkan lapisan ozon tak mampu melindungi bumi dari radiasi ultra violet yang berasal dari matahari, apabila setiap 10 persen penipisan lapisan ozon akan menyebabkan kenaikan radiasi UV sebesar 20 persen.
Dampaknya akan terjadi kerusakan mata (katarak), meluasnya penyakit infeksi, dan peningkatan kasus kanker kulit, bila terjadi penipisan ozon. Jika hal tersebut dibiarkan, radiasi UV tersebut juga akan menyebabkan vaksinasi terhadap sejumlah penyakit kurang efektif, dan akan memicu reaksi foto kimia yang menghasilkan asap yang beracun dan hujan asap (telah banyak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia).
Radiasi UV juga menurunkan kemampuan sejumlah organisme dalam penyerapan CO2. Seperti yang telah diketahui, CO2 sebagai salah satu gas rumah kaca, sehingga menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat dan terjadilah pemanasan global atau perubahan iklim terhadap konservasi bumi. Selain hal tersebut, penurunan produktivitas tanaman, ekosistem darat maupun laut, akan menurut, setelah itu udara akan terkena polusi.
Pengaruh perubahan iklim terhadap konservasi alam dapat kita ubah. Hal-hal kecil dapat mengubah segalanya, diantaranya adalah tegakkan niat bahwa kita dapat menyelamatkan ozon mulai dari diri kita sendiri, kemudian lakukan hal yang kecil namun dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dicontoi seperti menyimpan sampah pada tempatnya, atau tidak membuang sampah disembarang tempat.
Setelah kita terbiasa dengan hal-hal kecil, lakukanlah hal yang sederhana seperti bergabunglah dengan komunitas kreatif sampah di sekolah atau dilingkungan masyarakat. Ciptakan ide dan gagasan baru walau sebenarnya sampah tidak untuk dibuang begitu saja melainkan sampah dapat di daur ulang dan bisa dijadikan barang atau hasta karya yang bernilai mutu ekonomi.
Tak lepas dari tindakan sederhana, ajak terlebih dahulu orang tua, saudara atau kerabat keluarga, sahabat, guru dan orang-orang yang anda kenal untuk melakukan sebuah tindakan kecil yang dapat menyadarkan mereka betapa pentingnya konservasi alam sebagai kebutuhan hidup yang utama.
Bila anda mampu berdiri sendiri, buatlah suatau komunitas hijau bumiku. Ulangi tindakan sederhana secara terbalik, yang awalnya anda mencari pengalaman maka bagilah pengalaman itu kepada anggota kelompok anda. Kumpulkan beberapa komunitas sahabat sampah atau kelompok hijau bumiku, buatlah tindakan besar seperti REBOISASI. Suksesnya Reboisasi akhiri dengan tindakan mengampanyekan lingkungan dari ruang lingkup sekolah, instansi dan lingkungan khalayak kecil hingga kegiatan akbar yang berguna bagi konservasi alam di muka bumi. 
Akhirnya yakinlah pada diri kita sendiri bahwa kita mampu membuat yang terbaik untuk bumi tempat kita berpijak.
MARI SELAMATKAN BUMI KITA DARI DIRI SENDIRI !!!

Selasa, 14 Desember 2010

rangkuman materi kimia kelas x

BAB 4
IKATAN KIMIA


·         Definisi Ikatan Kimia
Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a)       atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
b)       penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
c)        penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan

Ø  Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.
Ø  Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat.
Ø  Salah 1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia).
Ø  Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.
Ø  Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium).


Periode
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
O
P
1
He
2
2





2
Ne
10
2
8




3
Ar
18
2
8
8



4
Kr
36
2
8
18
8


5
Xe
54
2
8
18
18
8

6
Rn
86
2
8
18
32
18
8


Ø  Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet

o    Lambang Lewis
Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya.
·   Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).
·   Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).

Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam.


1).    Ikatan Ion ( elektrovalen )
  • Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion).
  • Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb).
  • Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.

Contoh 1 :
Ikatan antara  dengan
Konfigurasi elektronnya :
= 2, 8, 1
 = 2, 8, 7

§  Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
§  Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.

(2,8,1)          (2,8)

(2,8,7)                 (2,8,8)

§  Antara ion Na+ dengan terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.

Contoh 2 :
Ikatan antara Na dengan O
ü  Supaya mencapai oktet, maka Na harus melepaskan 1 elektron menjadi kation Na+
(2,8,1)          (2,8)
ü  Supaya mencapai oktet, maka O harus menerima 2 elektron menjadi anion
(2,6)                    (2,8)

ü  Reaksi yang terjadi :
                         (x2)
                       (x1)
                                                            +
2 Na + O                2 Na+ +               Na2O

Contoh lain : senyawa MgCl2, AlF3 dan MgO

v  Soal : Tentukan senyawa yang terbentuk dari :
1). Mg dengan F
2). Ca dengan Cl
3). K dengan O

Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain :
a)       Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)
Contoh : NaF, KI, CsF
b)       Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O
c)        Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : CaO, BaO, MgS

Sifat umum senyawa ionik :
1)       Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2)       Keras, tetapi mudah patah
3)       Penghantar panas yang baik
4)       Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
5)       Larut dalam air
6)       Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)


2).    Ikatan Kovalen
o    Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
o    Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
o    Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
o    Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
o    Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).

Ada 3 jenis ikatan kovalen :
a).    Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh 1 :
ü  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2
ü  Konfigurasi elektronnya :
  = 1
ü  Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).
ü  Untuk itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.
Rumus struktur    =
Rumus kimia        = H2

Contoh 2 :
v  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
v  Konfigurasi elektronnya :
  = 1
  = 2, 7
v  Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.
v  Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).
v  Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

Rumus struktur    =
Rumus kimia        =  HF

v  Soal :
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut :
( lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya )
1)       Atom C dengan H membentuk molekul CH4
2)       Atom H dengan O membentuk molekul H2O
3)       Atom Br dengan Br membentuk molekul Br2

b).   Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh :
§  Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
§  Konfigurasi elektronnya :
= 2, 6
§  Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.
§  Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.
Rumus struktur    :
Rumus kimia        : O2

§  Soal :
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut : (lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya)
1)       Atom C dengan O membentuk molekul CO2
2)       Atom C dengan H membentuk molekul C2H4 (etena)

c).    Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh 1:
o    Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
o    Konfigurasi elektronnya :
= 2, 5
o    Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3.
o    Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.


Rumus struktur    :
Rumus kimia        : N2


Contoh 2:
§  Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).
§  Konfigurasi elektronnya :
= 2, 4
   = 1

§  Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.
§  Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.

                       
(Rumus Lewis)                    (Rumus bangun/struktur)



3).    Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar
  • Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
  • Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

Contoh 1:
  • Terbentuknya senyawa

atau


Contoh 2:
  • Terbentuknya molekul ozon (O3)
  • Agar semua atom O dalam molekul O3 dapat memenuhi aturan oktet maka dalam salah 1 ikatan , oksigen pusat harus menyumbangkan kedua elektronnya.


Rumus struktur :
          O



4).    Ikatan Logam
v  Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.
v  Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.
v  Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif.
v  Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.
v  Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

Gambar Ikatan Logam

v  Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.
v  Struktur logam seperti gambar di atas, dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam yaitu :
a).    berupa zat padat pada suhu kamar, akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam.
b).    dapat ditempa (tidak rapuh), dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus.
c).    penghantar / konduktor listrik yang baik, akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron.



Polarisasi Ikatan Kovalen
*       Suatu ikatan kovalen disebut polar, jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.
Contoh 1 :
Molekul HCl
*       Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.
*       Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl).

     

*       Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.
*       Sebaliknya, suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom.

Contoh 2 :
                    
*       Dalam tiap molekul di atas, ke-2 atom yang berikatan menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
*       Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub.

Contoh 3 :
                        

*       Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis, akan tetapi pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun senyawa, sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub).


o    Momen Dipol ( µ )
Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.
Dirumuskan :
µ = Q x r           ;           1 D = 3,33 x 10-30 C.m
keterangan :
µ     = momen dipol, satuannya debye (D)
Q     = selisih muatan, satuannya coulomb (C)
r      = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif, satuannya meter (m)








Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen

No
Sifat
Senyawa Ion
Senyawa Kovalen
1
Titik didih
Tinggi
Rendah
2
Titik leleh
Tinggi
Rendah
3
Wujud
Padat pada suhu kamar
Padat,cair,gas pada suhu kamar
4
Daya hantar listrik
Padat = isolator
Lelehan = konduktor
Larutan = konduktor
Padat = isolator
Lelehan = isolator
Larutan = ada yang konduktor
5
Kelarutan dalam air
Umumnya larut
Umumnya tidak larut
6
Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl3)
Tidak larut
Larut




Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet
1).    Pengecualian Aturan Oktet
a)       Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet
Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be, B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari empat (4).
Contoh : BeCl2, BCl3 dan AlBr3
b)       Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil
Contohnya : NO2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17

c)       Senyawa dengan oktet berkembang
Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M, N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih).
Contohnya : PCl5, SF6, ClF3, IF7 dan SbCl5


2).    Kegagalan Aturan Oktet
Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi.
Contoh :
ü  atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2
ü  atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3

Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa :
1)       Tidak mencapai oktet
2)       Melampaui oktet ( oktet berkembang )

















Penulisan Struktur Lewis
Langkah-langkahnya :
1)       Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis
2)       Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan
3)       Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H, duplet)
4)       Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C, N, O, P dan S)

Langkah alternatif : ( syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui )
1)       Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion
2)       Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan
3)       Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet
4)       Tambahkan sisa elektron (jika masih ada), kepada atom pusat
5)       Jika atom pusat belum oktet, tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat


Resonansi
a.        Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis.
b.        Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi.
Contoh :
          
c.        Dalam molekul SO2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal ( ) dan 1 ikatan rangkap ( ).
d.        Berdasarkan konsep resonansi, kedua ikatan dalam molekul SO2 adalah ekivalen.
e.        Dalam molekul SO2 itu, ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu, tetapi silih berganti.
f.         Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO2, yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut.

Kenapa Pendidikan di Negara Asia Timur dan Singapura Lebih Maju ? Ini Jawaban Jujur AI

Pendidikan: Kebutuhan Primer untuk Masa Depan yang Lebih Baik Pendidikan memiliki banyak manfaat yang sangat mendasar dalam kehidupan manusi...